BINJASGAR Lintas Alam ke Gunung Papandayan, Garut: Menyatukan Semangat, Alam, dan Kebersamaan

BINJASGAR Lintas Alam ke Gunung Papandayan, Garut: Menyatukan Semangat, Alam, dan Kebersamaan


Kegiatan lintas alam bersama BINJASGAR kembali digelar dengan penuh semangat. Kali ini, tujuan petualangan adalah Gunung Papandayan yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung yang terkenal dengan keindahan kawah, hutan mati, dan padang edelweiss ini menjadi saksi semangat juang, kekompakan, serta kecintaan terhadap alam dari seluruh peserta.

Gunung Papandayan dipilih bukan tanpa alasan. Selain jalurnya yang relatif ramah untuk berbagai usia, gunung ini menawarkan panorama alam yang lengkap: kawah aktif, hutan pinus, savana luas, dan udara sejuk khas pegunungan. Bagi BINJASGAR, kegiatan lintas alam bukan hanya soal berjalan jauh, tetapi juga membangun mental, fisik, dan kebersamaan dalam satu tujuan.

Sejak pagi hari, para peserta sudah berkumpul dengan perlengkapan lengkap. Dengan penuh antusias, rombongan memulai perjalanan dari basecamp Papandayan. Langkah demi langkah dilalui dengan semangat tinggi. Di sepanjang jalur, terdengar canda, tawa, serta saling menyemangati antaranggota. Inilah nilai utama dari BINJASGAR: solid, disiplin, dan saling peduli.

Lintasan menuju kawasan kawah memberikan pengalaman tersendiri. Asap belerang yang mengepul dari celah-celah tanah mengingatkan bahwa Papandayan adalah gunung api aktif. Namun justru di situlah letak keunikan dan daya tariknya. Peserta berhenti sejenak untuk beristirahat, berfoto, dan mengagumi ciptaan Tuhan yang luar biasa.

Perjalanan dilanjutkan menuju Hutan Mati, salah satu ikon Gunung Papandayan. Deretan pohon kering yang berdiri kokoh di tengah kabut tipis menciptakan suasana dramatis. Banyak peserta memanfaatkan momen ini untuk dokumentasi kegiatan BINJASGAR, sebagai bukti bahwa lintas alam bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang pengalaman dan cerita yang akan dikenang.

Puncak kebahagiaan terasa saat rombongan tiba di kawasan padang edelweiss. Hamparan bunga abadi yang indah menjadi latar sempurna untuk beristirahat dan makan bersama. Di sinilah rasa kebersamaan semakin kuat. Tanpa memandang latar belakang, semua duduk sejajar, berbagi cerita, makanan, dan tawa.

Kegiatan lintas alam BINJASGAR ke Gunung Papandayan juga membawa pesan penting: mencintai dan menjaga alam. Setiap peserta diwajibkan membawa kembali sampahnya dan tidak merusak lingkungan. Prinsip “datang tanpa merusak, pulang tanpa meninggalkan” benar-benar diterapkan. Edukasi ini menjadi bagian penting dari setiap kegiatan BINJASGAR.

Lebih dari sekadar perjalanan, lintas alam ini adalah latihan mental dan karakter. Rasa lelah mengajarkan ketekunan, medan yang menantang melatih keberanian, dan kebersamaan menumbuhkan solidaritas. Semua nilai ini sejalan dengan visi BINJASGAR dalam membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air.

Gunung Papandayan telah menjadi saksi semangat para anggota BINJASGAR. Dari langkah pertama hingga akhir perjalanan, semuanya dipenuhi perjuangan dan kebanggaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai alam, menjaga kesehatan, serta membangun karakter melalui kegiatan positif di alam terbuka.

BINJASGAR akan terus melangkah, menjelajah, dan berkarya. Karena bagi BINJASGAR, lintas alam bukan sekadar perjalanan—melainkan perjalanan membentuk jiwa yang kuat, peduli, dan penuh semangat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama